SeeU Coffee : Rumah Kedua di Tengah Kesibukan


Lebih dari Sekedar Secangkir Kopi : Analisis Integrated Marketing Communication (IMC) SeeU Coffee dalam membangun Thrid Place Bagi Generasi Muda. 

Perkembangan industri coffee shop di Yogyakarta semakin pesat seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat yang menjadikan kedai kopi bukan hanya sebagai tempat menikmati minuman, tetapi juga sebagai ruang untuk bekerja, belajar, dan bersosialisasi. Kondisi ini  menyebabkan persaingan antar coffee shop semakin ketat sehingga setiap brand perlu memiliki strategi komunikasi pemasaran yang efektif untuk membangun citra dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Salah satu strategi yang banyak digunakan adalah Integrated Marketing Communication  (IMC), yaitu konsep komunikasi pemasaran yang mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi agar pesan yang disampaikan kepada konsumen tetap konsisten. 

Salah satu coffee shop yang menarik untuk dikaji adalah See U Coffee yang berlokasi di kawasan Agro, dekat Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, See U Coffee tidak hanya menawarkan produk kopi, tetapi juga membangun konsep  sebagai "third place" atau ruang ketiga yang nyaman bagi mahasiswa dan masyarakat untuk bekerja,  mengerjakan tugas, maupun bersantai.  

Gambar 1.1 Tampilan depan SeeU Coffee yang mengusug konsep third place bagi  mahasiswa dan pekerja.  

SeeU Coffe merupakan usaha coffee shop yang mulai beroperasi pada September 2024. Hingga saat ini, brand tersebut masih memiliki satu gerai yang berlokasi di kawasan Agro Yogyakarta. Produk yang ditawarkan berupa berbagai jenis minuman kopi dan non-kopi, seperti Caramel Latte, Butterscotch, Signature Creamy Latte, Black Series, serta Sparkling Water. Selain minuman, tersedia pula pastry, cookies, dan berbagai jenis roti. 

Target pasar utama See U Coffee adalah mahasiswa, pekerja, dan masyarakat yang membutuhkan tempat yang nyaman untuk bekerja maupun bersosialisasi. Oleh karena itu, fasilitas seperti AC, Wi-Fi, colokan listrik, serta area duduk yang fleksibel menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan.  


Gambar 1.2 Area Indoor SeeU Coffee.  

Gambar 1.3 Area Outdoor SeeU Coffee 
 

Berdasrkan hasil observasi dan wawancara, See U Coffee menerapkan beberapa saluran komunikasi pemasaran yang saling mendukung satu sama lain. Pertama, media sosial menjadi saluran komunikasi utama yang digunakan. See U Coffee aktif menggunakan Instagram, TikTok, dan Threads untuk mempromosikan produk serta membangun citra brand. Konten yang dibuat tidak hanya berupa  promosi menu, tetapi juga video hiburan, tren viral, serta menampilkan suasana coffee shop yang estetik dan nyaman. Menurut hasil wawancara, TikTok menjadi platform yang paling efektif karena mampu menjangkau audiens lebih luas dan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggan.  

Kedua, See U Coffee menggunakan promosi penjualan (sales promotion) untuk menarik minat konsumen. Berbagai program promo ditawarkan, seperti diskon Rp5.000 untuk pembelian pada jam tertentu, diskon 10–20%, paket bundling, dan program tebus murah melalui ShopeeFood. Strategi  ini dinilai sesuai dengan karakteristik target pasar yang didominasi oleh mahasiswa dan anak muda. 

Ketiga, SeeU Coffee juga menjalankan kegiatan public relations melalui kerja sama dengan berbagai komunitas, seperti komunitas lari dan komunitas thrift di Yogyakarta. Selain itu, mereka  secara rutin melakukan kolaborasi dengan influencer dan food vlogger lokal. Aktivitas tersebut  membantu meningkatkan brand awareness sekaligus memperkuat citra See U Coffee di kalangan  masyarakat. Selain tiga saluran tersebut, See U Coffee juga memanfaatkan platform online food delivery seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood sebagai sarana komunikasi sekaligus distribusi produk kepada konsumen.  



Gambar 1.4 Tampilan media sosial SeeU Coffee yang digunakan sebagai sarana promosi. 



Gambar 1.5 Tampilan menu dan menu recommended di SeeU Coffee.  



Pesan utama yang ingin disampaikan SeeU Coffe adalah sebagai "third place", yaitu tempat yang nyaman untuk bekerja, belajar, dan bersantai. Berdasarkan hasil observasi, pesan tersebut terlihat konsisten pada seluruh saluran komunikasi yang digunakan. Di media sosial, SeeU Coffee sering menampilkan suasana ruangan yang nyaman, area kerja dengan banyak colokan listrik, serta  suasana yang mendukung produktivitas. Pada kegiatan promosi maupun kolaborasi komunitas, konsep kenyamanan dan kebersamaan juga tetap ditonjolkan. Dengan demikian, pesan yang diterima konsumen melalui berbagai media tetap sama, yaitu bahwa See U Coffee bukan sekadar tempat membeli kopi, tetapi juga ruang yang nyaman untuk beraktivitas. 

Strategi komunikasi SeeU Coffe dapat dikatakan telah terintegrasi dengan baik karena setiap channel komunikasi saling mendukung satu sama lain. Media sosial digunakan untuk membangun awareness, influencer membantu memperluas jangkauan audiens, promosi penjualan mendorong pembelian, sedangkan program loyalitas dan pelayanan yang baik berfungsi mempertahankan  pelanggan. Dari sisi visual, SeeU Coffe memiliki konsep yang konsisten, yaitu desain yang modern, estetik, dan nyaman. Tone komunikasi yang digunakan dalam media sosial juga terlihat santai, ramah, dan dekat dengan anak muda. Konsistensi visual dan gaya komunikasi tersebut memperkuat identitas brand di mata konsumen.  

Berdasarkan hasil observasi dan analisis, strategi komunikasi yang dilakukan See U Coffee cukup menarik karena memadukan unsur promosi, hiburan, dan pengalaman pelanggan. Konten media sosial yang mengikuti tren membuat brand lebih mudah dikenal oleh generasi muda. Selain  itu, berbagai promo yang ditawarkan juga memberikan daya tarik tersendiri bagi pelanggan. Strategi komunikasi SeeU Coffee cukup mudah diingat karena memiliki positioning yang jelas sebagai coffee shop yang nyaman untuk bekerja dan berkumpul. Konsep tersebut berbeda dengan sebagian coffee shop lain yang lebih berfokus pada tempat berfoto atau sekadar mengikuti tren. Oleh karena itu,strategi komunikasi yang dilakukan mampu meningkatkan ketertarikan konsumen untuk mencoba maupun melakukan pembelian ulang.  


Rekomendasi  

Meskipun strategi komunikasi SeeU Coffee sudah berjalan dengan baik, terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan. Pertama, SeeU Coffee dapat memperkuat identitas brand dengan membuat slogan atau tagline yang lebih khas sehingga lebih mudah diingat oleh konsumen. 

Kedua, brand dapat menambahkan channel komunikasi lain, seperti WhatsApp Business untuk customer relationship serta email marketing untuk memberikan informasi promo dan program loyalitas kepada pelanggan. 

Ketiga, SeeU Coffee dapat meningkatkan integrasi komunikasi dengan membuat kampanye yang sama di seluruh platform digital sehingga pesan yang diterima konsumen menjadi lebih kuat dan konsisten. 


Kesimpulan 

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan analisis, dapat disimpulkan bahwa See U Coffee telah menerapkan konsep Integrated Marketing Communication (IMC) dengan cukup baik. Berbagai saluran komunikasi seperti media sosial, promosi penjualan, public relations, influencer marketing, dan platform online food delivery digunakan secara terpadu untuk menyampaikan pesan yang konsisten. Strategi tersebut berhasil membangun citra See U Coffee sebagai third place yang nyaman bagi mahasiswa dan masyarakat di Yogyakarta.


Gambar 1.6 Wawancara online bersama tim marketing SeeU Coffee. 




Aurelia Puan Ersi A -Universitas Mercu Buana Yogyakarta

 

Komentar